Selasa, 28 Februari 2012

Mukmin Entreprenureship dan Istiqomah

http://www.dbsjaya.com/images/bisnis-online.jpg
Memilih untuk terjun ke dunia bisnis membuat sebagian orang harus berpikir dua kali bahkan lebih. Ini karena di dunia bisnis resiko yang akan dihadapi tidaklah kecil, bahkan banyak yang mengatakan bahwa dunia bisnis adalah dunia yang kejam. Semua itu tidak lain dikarenakan bagi sebagian para pebisnis yang hanya menginginkan keuntungan akan menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan tersebut. Hal inilah salah satu dari pelanggaran terhadap etika bisnis seorang entreprenure.

Mengetahui kenyataan di atas juga tetap memunculkan pertanyaan dari segelintir orang, "Tapi toh walaupun menghalalkan segala cara mereka juga bisa sukses. Bagaimana kalau seperti itu?"

Sebagai seorang mukmin, tentunya kita tidak melihat dengan cara seperti itu saja. Keuntungan yang dilakukan dengan cara tersebut hanyalah semu dan bernilai duniawi semata. Sedang dalam berbisnis/ menjalankan usahanya, seorang mukmin entreprenure melihat dengan kaca mata spiritual dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga, kesuksesan yang didapat dengan menghalalkan berbagai cara tidak akan bernilai apapun di hadapannya kecuali hanya terlihat sebagai keuntungan yang fana.

Bagi seorang Mukmin Intreprenure, dunia bisnis bukanlah dunia yang kejam. Namun melainkan sebuah sarana untuk belajar arti Istiqomah. Mengapa demikian?

Karena dengan berbagai kemungkinan tantangan di dalam dunia bisnis, seorang mukmin entreprenure tengah dihadapkan pada tantangan-tantangan yang mungkin saja melanggar muamalah syar'iah. Namun ketika ia siap dengan ilmu dan mentalnya sebagai seorang Mukmin Entreprenure, ikhtiar usahanya akan tetap berada pada koridor syar'iah yang diridhoi oleh Allah.

Tantangan inilah yang akan membentuk kepribadian seorang Mukmin Entreprenure, apakah ia mampu berikhtiar pada jalan yang lurus ataukah terus berlarut-larut dalam usahanya yang melenceng.

http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/
395841_112742622184135_100003451947686_40653_285314530_a.jpg
Mari simak bagaimana Allah Azza wa Jalla menyampaikan tentang Istiqomah di dalam firman-Nya QS. Fusshilat/ 41 : 30 berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Janji Allah bagi mereka yang beristiqomah di jalan-Nya dengan aturan dan hukum-Nya jelas dalam ayat di atas. Sehingga ketika seorang Mukmin Entreprenure dalam menjalankan usahanya kembali pada Allah, maka dengan sadar ia telah melibatkan Allah dalam bisnisnya.

Begitulah ke-Istiqomahan bagi seorang Mukmin Entreprenure sangat dibutuhkan. Bahkan dalam salah satu ayat lainnya Allah juga telah mengajak hamba-Nya untuk bertransaksi dengan-Nya. Berikut ayat-ayat tersebut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (١٠) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١١) يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١٢)

10.    Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
11.    (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
12.    Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS. Ash-Shaf : 10 - 12)

Ke-Istiqomahan Mukmin Entreprenure pun dapat dilihat dengan men-tadabburi ayat di atas. Jihad-Nya seorang Mukmin Entreprenure yaitu dengan hartanya. Dari mana harta di dapatkan dan ke mana harta itu disalurkan. Sehingga nilai muamalahnya dalam ikhtiar bisnis pun akan selalu bernilai ibadah. Kapan pun dan dimanapun bisnis itu dijalankan.

Demikianlah bagaimana kita merenungkan kacamata istiqomah bagi seorang mukmin entreprenure. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadi sarana berbagi hikmah bersama.


Wassalam.
Gapura Puri Raya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar