Selasa, 27 Maret 2012

Membuat Denah Rumah Minimalis Tipe 36

denah apartemen 36 minimalis

Rumah tipe 36 saat ini adalah yang sangat banyak ditawarkan, apalagi kepada pasangan muda yang pertama kali akan memiliki rumah. Rumah tipe 36 ini banyak ditawarkan pengembang perumahan maupun apartemen di kota-kota besar. Meski tidak terlalu luas, dengan memaksimalkan desain denah ruangan, rumah tipe 36 dapat nyaman ditinggali dan tetap menjaga privasi.
Untuk kenyamanan dan kesehatan penghuni sirkulasi udara, penataan interior, dan pencahayaan adalah aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rumah tipe 36.
Sebagai gambaran, ini adalah denah standar rumah dan apartemen tipe 36:
denah rumah minimalis standar tipe 36
denah apartemen 36 minimalis
Untuk rumah tipe 36 standar anda dapat banyak melakukan perubahan tergantung luas tanah yang tersedia.
Berbeda dengan apartemen tipe 36 ruangan yang sempit memang cukup menyulitkan menimbulkan kesan minimalis modern. Penggunaan partisi-partisi yang bisa dibongkar pasang merupakan alternatif terbaik. Namun tidak perlu khawatir, pemilihan interior ruangan dan warna cat yang tepat akan sangat membantu.
Untuk membuat denah rumah tipe 36 mulailah dengan membuat daftar ruangan yang dibutuhkan berikut luas yang diinginkan. Mulai dengan ruangan yang utama terlebih dahulu seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang tamu dan seterusnya. Kemudian hitung luas masing-masing ruangan, lalu susun posisi ruangannya.
Kemudian anda dapat memperkirakan perabotan yang akan  dimasukkan ke dalam ruangan tersebut. Pastikan masih cukup banyak area untuk sirkulasi udara dan ruang gerak penghuni untuk kenyamanan anda.
Sebaiknya posisi ruangan yang basah, seperti dapur, kamar mandi, tempat mencuci, dibuat  secara berdekatan atau berada dalam satu jalur untuk memudahkan pemasangan instalasi air bersih dan air kotor. Upayakan buangan air kotor ke septic tank lurus tanpa berbelok.
Untuk membuat denah rumah yang sehat jangan sepelekan hal berikut :
- Sirkulasi Udara dan Sinar matahari yang maksimal untuk kesehatan dan kenyamanan.Untuk bisa mendapatkan sirkulasi udara, buatlah langit-langit yang agak tinggi atau sebuah bagian atap yang bertingkat. Agar sinar matahari bisa masuk, buatlah bukaan menghadap datangnya sinar. Bukaan tersebut bisa berupa pintu atau jendela.
– Pastikan rumah anda memiliki Taman sebagai penyaring udara kotor dan debu yang masuk ke dalam rumah dan sebagai penambah oksigen.
Sebagai contoh, ini adalah gambar denah rumah bertingkat tipe 36 yang baik:
denah rumah type 36 renovasisumber: eramuslim
Untuk mendapatkan susunan yang pas, terkadang Anda harus memindahkan, mencoret, mengurangi, atau menambahkan bagian-bagian tertentu hingga akhirnya denah rumah minimalisAnda terlihat ideal.
Bila jumlah anggota keluarga anda bertambah dan membutuhkan ruangan yang lebih luas, renovasi harus dilakukan. Renovasi yang paling sering dilakukan adalah dengan meningkatkan rumah , atau dengan menggabungkan dua rumah tipe 36.
Berikut ini adalah gambar denah rumah tipe 36 yang digabungkan:
denah rumah tipe 36 digabungkan
sumber : kilau-design
Bila masih kurang puas dengan hasil gambaran anda sendiri, gunakanlah jasa konsultan untuk menggambarkan denah yang anda inginkan.

Sumber : Posted by fai on November 7th, 2010 (http://griyaminimalis.com)

Minggu, 18 Maret 2012

Desain Minimalis Masih Diminati



JOGJA - Furniture tidak hanya sekedar pengisi rumah saja. Tetapi juga berperan mewujudkan hunian yang nyaman huni. Saat ini, mebel dengan desain modern dan minimalis masih menjadi primadona, kendati sudah dua tahun ini dikenal masyarakat.
“Pembeli banyak yang minat, karena banyak yang memesan furniture dengan desain minimalis. Prospeknya, saya lihat masih sangat besar,” kata Owner BIF Meubel Aul Tantoko, kemarin (22/2).

Menurut Tantoko, alasannya banyak tipe rumah yang berkembang di Jogja kebanyakan adalah tipe 70 yang sangat terbatas jika menggunakan mebel ukuran besar dan desain glamour. Menurutnya, dengan furniture minimalis tak hanya dilihat dari desainnya yang sederhana saja. Tetapi juga ukuran, dan bahan yang disesuaikan. Otomatis, harganya cukup terjangkau. Misalnya, untuk satu set sofa, harganya antara Rp 2 juta hingga Rp 15 juta. Aul menegaskan, peminat mebel dengan desain ini tidak hanya perorangan pemilik rumah, tetapi juga dari kalangan café, restoran, perkantoran hingga hotel. Diungkapkan Aul, dalam memberikan layanan pada konsumen, pihaknya tidak sebatas menyediakan barang mebel saja. Tetapi juga pada layanan desain interior ruangan. Seperti kamar tidur, ruang tamu, hingga dapur.

“Sekarang banyak yang mengusung konsep modern dan minimalis. Sepertinya, hingga tahun depan desain minimalis masih dicari masyarakat,” kata pengusaha yang menggeluti bisnis ini sejak 2002 .

Aul mengatakan, untuk pangsa pasar furniture di Jogjakarta masih sangat terbuka peluangnya. Terlebih dengan semakin berkembangnya bisnis properti, perhotelan, dan restoran. Hanya saja, untuk bisa menggaet pembeli harus mendekatkan diri dengan calon kustomer.

“Kami membuka kantor pemasaran di Gedongkuning Jogjakarta untuk memperluas pasar di DIJ. Memang, pembuatan furniture masih di Temanggung Jawa Tengah. Bagaimanapun, Jogja merupakan pasar potensial,” katanya.(ila/hes)
Thursday, 23 February 2012 11:10
http://www.radarjogja.co.id

Selasa, 06 Maret 2012

Biaya Mahal Bikin Konsumen Properti Pasrah



http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/06/1127418620X310.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar hukum properti Erwin Kallo mengungkapkan, tak sedikit konsumen di Indonesia yang dirugikan dalam transaksi properti. Sayangnya, biaya pengurusan sengketa yang mahal dan waktu penyelesaian sengketa yang lama membuat konsumen pasrah. 
"Konsumen dirugikan dengan transaksi properti. Tetapi, proses penyelesaian sengketanya mahal dan memakan waktu lama," katanya ketika ditemui Kompas.com, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2012).

Erwin mengatakan, sejak lama ia telah menganjurkan kepada pemerintah dan stakeholder terkait untuk membentuk badan penyelesaian sengketa properti. Menurutnya, di sektor lain seperti perburuhan atau sektor pajak, sengketa bisa cepat teratasi karena ada badan khusus untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul. Akan tetapi, sengketa di sektor properti masih rumit dan berlarut-larut di pengadilan.

"Bayangkan kalau konsumen beli rumah harganya Rp 200 juta. Lalu, ada masalah tidak terbangun oleh pengembang. Apa iya, dia mau mengajukan ke pengadilan? Karena jelas biayanya lebih mahal dan lama. Akhirnya ia pasrah saja menunggu sampai rumah tersebut jadi," kata Erwin.

Menurut pria pendiri School of Property Law ini, Indonesia memang memiliki Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang dapat memediasi sengketa di bidang properti. Namun, kata Erwin, untuk meminta bantuan BANI, konsumen harus mengeluarkan biaya lebih mahal di awal. 

"Ini tergantung political will dari pihak-pihak terkait seperti REI juga Kemenpera. Agar masalah properti yang dialami konsumen bisa segera diselesaikan. Masalah persengketaan ini yang diadili adalah hubungan pembeli dan penjual, bukan kepemilikan tanah,"tegasnya. (http://properti.kompas.com)